Rabu, 29 Februari 2012

Sifat Pemurah adalah Akhlaq Terpuji


Sahabat saudaraku fillah..Sesungguhnya sifat pemurah adalah salah satu akhlaq terpuji yang selayaknya kita miliki sebagai muslim sejati. Sifat pemurah dalam arti suka memberi pertolongan kepada orang yang membutuhkan uluran tangan kita. Sebaik-baiknya orang adalah yang bisa memberi manfaat bagi orang lain, salah satunya bersedekah sesuai dengan kemampuan kita. 
Dalam hal ini Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda : 


“ Setiap muslim harus bersedekah.Para sahabat bertanya,’Wahai Nabi Allah, bagaimana dengan orang yang tidak memiliki harta? Beliau menjawab : Bekerjalah dengan tangannya sehingga ia bermanfaat bagi dirinya lalu bersedekah. Mereka bertanya lagi, ‘Bagaimana kalau dia tidak punya? Beliau menjawab: Membantu orang yang membutuhkan dan yang minta pertolongan. Mereka bertanya lagi ,’ Kalau tidak bisa? Beliau menjawab: Hendaklah dia melalukan kebajikan dan menahan diri dari kejahatan, karena keduanya merupakan sebaik-baik sedekah baginya.” ( HR. Bukhari ).

Subhanallah..ternyata Islam begitu indah , menganjurkan umatnya memiliki sifat pemurah dengan rela berbagi melalui sedekah sesuai dengan kemampuan kita. Jika memiliki harta hendaklah sedekah dengan harta. Jika tak mampu hendaklah sedekah dengan tenaga. Namun jika tak mampu hendaklah sedekah dengan amal kebajikan dan tidak berbuat kejahatan yang merugikan orang lain.

Saudaraku..ada beberapa keutamaan sedekah yakni ;

1.Mendapatkan balasan dan pahala yang banyak

“ Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat gandakan (balasannya )kepada mereka dan bagi mereka pahala yang banyak.”( QS. Al-Hadid: 18).

2.Mendapatkan ampunan, dijauhkan dari azab neraka dan dicintai Allah 


Meskipun kita sudah berusaha baik tetap saja tak luput dari kesalahan dan dosa. Agar dosa kita diampuni dan dicintai Allah hendaklah kita bersedekah. “Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Rabb-mu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa,( yaitu ) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan ( kesalahan ) orang. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.”( QS. Ali-Imran : 133-134 ).

“Jauhkanlah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan ( sedekah ) sebutir kurma.”( HR.Bukhari dan Muslim).

3.Lebih dekat kepada Allah dan sesama manusia

Orang yang dermawan disenangi Allah dan sesama manusia .” Orang yang dermawan dekat kepada Allah, dekat kepada manusia dan dekat kepada surga. Seseorang yang kurang pandai tapi dermawan lebih disukai Allah dari pada orang yang alim(tekun ibadah) tapi kikir.”(HR.Thabrani ).

Saudaraku..tanamkan dalam diri kita pribadi yang pemurah dengan berbagi kebaikan kepada saudara kita yang membutuhkan dengan ikhlas hanya mengharap ridha Allah semata.

Senin, 27 Februari 2012

My VIDEO

Selamat menonton.Hayatilah apa yang dipaparkan.
Fahamilah apa yang disampaikan.Semoga bisa memberikan manfaat buat semua.


Lagu : Kuasa Ilahi
Artis : Sulis
Grafik : Nurshalieana

Minggu, 26 Februari 2012

DIKALA ROH TERPISAH DARI JASAD


Ku Merintih 
Aku Menangis 
Ku Meratap 
Aku mengharap 

Ku meminta dihidupkan semula 
Agar dapat kembali ke dunia nyata 

Perjalanan ruhku 
Melengkapi sebuah kembara 
Singgah di rahim bonda sebelum menjejak ke dunia 

Menanti di barzakh sebelum berangkat ke mahsyar 
Diperhitung amalan 
Penentu syurga atau sebaliknya 

Tanah yang basah berwarna merah 
Semerah mawar dan juga rindu 

7 langkah pun baru berlalu 
Seusai talqin bernada syahdu 
Tenang dan damai di pusaraku 
Nisan batu menjadi tugu 
Namun tak siapapun tahu Resah penantianku 

Terbangkitnya aku dari sebuah kematianku 
Seakan kudengari tangis mereka yg kutinggalkan 
Kehidupanku di sini bukan suatu khayalan 
Tetapi ia sebenar kejadian 

Kembali Ruh kembali 
Kembalilah ke dalam diri 
Sendirian sendiri 
Sendiri bertemankan sepi 

Hanya kain putih yang membaluti tubuhku 
Kewujudan kaku jasad di dalam keranda kayu 
Ajal yang datang di muka pintu 
Tiada siapa yang memberi tahu 
Tiada siapapun dapat hindari 
Tiada siapapun yang terkecuali 

Lemah jemari nafas terhenti 
Tidak tergambar sakitnya mati 
Cukup sekali tak sanggup untuk ku mengulangi 

Jantung berdegup kencang menantikan malaikat datang 
Menggigil ketakutan kelam pekat di pandangan 
Selama ini diceritakan kini aku merasakan 
Di alam barzakh jasad dikebumikan 

Ku merintih 
Aku menangis 
Ku meratap 
Aku mengharap 
Ku meminta 
Dihidupkan semula 
Agar dapat kembali ke dunia nyata

BISIKAN HATI DAN JIWA

Ke arah mana halanya Bagi insan yang terleka Mengejar nikmat dunia Bagaikan hidup selamanya Tak peduli dosa noda Seksa azab neraka Hidup jauh dari rahmatNya Terpedaya pada dunia Pentas ciptaan manusia Terlupa pada segala Mengikut nafsu semata Membiar syaitan beraja Di hati dan juga jiwa Mengejar dunia penuh debu dosa Teguhkanlah iman dalam diri Moga dikau akan merasai Betapa indah nikmat Ilahi Dan yakin kau akan dirahmati Harus kau percaya dengan pasti Dunia tidak kekal abadi Hanya menguji cekalnya hati Sebagai khalifah yang sejati Tak perlu kau meragui Andai teguh keimananmu Pasti bahagia menanti Di akhirat yang abadi

Wahai Kekasih... Kaulah Segalanya.

Wahai Kekasih... Kaulah Segalanya.... 
Wahai seseorang kekasih telah lama kau dirindui... 
pilu sedih dalam kerinduan... menangis pun tak berairmata... 
namun hati tetap gembira... syafaat mu menanti disana... 
sungguh tabahnya hatimu menanggung derita yang melanda... 
biarpun pedih, pedih tersiksa kerana umat kau tempuhi jua... 


Wahai Rasul kaulah segalanya contoh terbaik umat akhir zaman... 
akhlak mu tinggi kan kami jejaki sifatmu sempurna melengkap peribadi... 
Wahai Rasul kami merindui sinaran wajahmu mendamaikan jiwa... 
manis senyuman mu penawar hiba... di hati kami kaulah segalanya... 
Wahai seseorang kekasih telah lama kau dirindui... pilu sedih dalam kerinduan... 
menangis pun tak berairmata... namun hati tetap gembira... syafaat mu menanti disana... 
sungguh tabahnya hatimu menanggung derita yang melanda... 
biarpun pedih, pedih tersiksa kerana umat kau tempuhi jua... 


Wahai Rasul kaulah segalanya contoh terbaik umat akhir zaman... 
akhlak mu tinggi kan kami jejaki sifatmu sempurna melengkap peribadi... 
Wahai Rasul kami merindui sinaran wajahmu mendamaikan jiwa... 
manis senyuman mu penawar hiba di hati kami kaulah segalanya... 
Wahai seseorang kekasih telah lama kau dirindui... pilu sedih dalam kerinduan... 
menangis pun tak berairmata... namun hati tetap gembira... diakhirat kita kan bersua... Amiin...