Sabtu, 09 Maret 2013

Saat akan melabuhkan hati















Bismillahirrahmanirrahim

Wahai ukhti
Berhati hatilah saat akan jatuh hati kepada lelaki.
Berhati hatilah saat akan mendambakan hati kepada lelaki.
Dan berhati hatilah saat akan melabuhkan hati kepada lelaki.

Jangan pernah mengagumi seorang lelaki yg begitu pandainya menaklukan hati banyak wanita.
Jangan pernah mendambakan seorang lelaki yg begitu banyak diperebutkan wanita hanya karena ketampanannya.

Akan tetapi,kagumilah

Seorang lelaki yg selalu pandai menjaga hati dan perasaan kaum wanita.
Dambakanlah seorang lelaki yg selalu pandai menghormati dan memuliakan kaum wanita.

Karena lelaki yg demikian adalah sosok yg paling pantas untuk menjadi pendamping hidup.
Yg akan mampu menjadikan dirinya sebagai Imam yg baik bagi istri dan anak anaknya.

Aamiin ya Rabbal'alamin

Minggu, 03 Maret 2013

Perihal Sholat












KEUTAMAAN SHALAT DAN PERINGATAN AGAR TIDAK MENINGGALKANNYA

1.Allah berfirman :

] وَالَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ (9) أُوْلَئِكَ هُمُ الْوَارِثُونَ(10) الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ[ سورة المؤمنون

“Dan orang-orang yang memelihara shalatnya, mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi surga firdaus, mereka kekal di dalamnya.” (Al-Mu’minun : 9-11)

2.Allah berfirman :

] وأقم الصلاة إن الصلاة تنهى عن الفحشاء والمنكر [

“Dan kerjakanlah shalat, sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.” (Al-Ankabut : 45).

3.Alllah berfirman :

] فويل للمصلين. الذين هم عن صلاتهم ساهون [

“Celakalah orang-orang yang shalat, yaitu orang yang lalai dalam shalatnya (menunda-nunda sehingga keluar dari waktunya).” (Al-Ma’un : 4-5)

4.Allah berfirman :

] قد أفلح المؤمنون الذين هم في صلاتهم خاشعون [

“Sungguh bahagialah orang-orang mu’min yang khusyu’ dalam shalatnya.” (Al-Mu’minun : 1-2)

5.Allah berfirman :

]فَخَلَفَ مِن بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا[ (59) سورة مريم

“Lalu datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.” (Maryam ; 59)

6.Rasululloh Shallallahu'alaihi wasallam bersabda :

“Tahukah kamu, apabila di dekat pintu rumahmu terdapat sebuah sungai dan kamu mandi lima kali sehari? Apakah badanmu masih kotor? Para sahabat menjawab : Tidak! Nabi bersabda lagi : begitulah halnya shalat yang lima kali sehari, Allah menghapuskan dosa-dosa manusia dengan shalat itu.” (Hadits Muttafaq Alaih).

7.Nabi Shallallahu'alaihi wasallam bersabda :

“Perjanjian antara kita dengan mereka adalah shalat. Barangsiapa meninggalkannya maka ia telah kafir.” (Hadits shahih riwayat Ahmad).

8.Nabi Shallallahu'alaihi wasallam bersabda :

“Tonggak pemisah antara seseorang muslim dengan kafir adalah shalat.” (Riwayat Muslim).

Biarkan Anakku Tertawa, Sebelum Tahu Ibunya Sudah Tiada











Suatu petang ketika orang2 sedang sibuk berebut waktu untuk segera pulang kerumah masing2 setelah melakukan rutinitas pekerjaannya, di sebuah halte busway terlihat seorang bapak dengan 3 anaknya yang masih kecil2. Mereka sedang menunggu datangnya busway yang sebentar lagi akan membawa mereka pulang.

Ketiga anak itu berusia sekitar 8, 5 dan 3 tahun. Anak terkecil bagaikan seorang putri,ia begitu cantik dalam dekapan sang bapak. Sedangkan kedua anak lainya yang putra sedang asyik bermain2 kesana kemari. Itulah ciri anak seantero dunia.

Tibalah saatnya busway ditunggu datang.para penumpang pun seperti robot yang diperintahkan sama bergegas menuju pintu masuk busway, termasuk sang bapak dan ke3 anaknya. Kemudian keluarga itu dapat duduk di kursi busway yang disusun seperti kereta api listril(KRL). Lalu ke2 anak laki2nya beranjak dari kursinya dan bermain petak umpet di sela2 tubuh orang dewasa yang sebagian besar mengisi ruang busway itu.mereka sambil berteriak girang.

Terlihat beberapa penumpang yang wajahnya menjadi begitu muram. Mereka merasa tidak nyaman dengan kegaduhan itu. Hingga akhirnya ada seorang penumpang pria yang ketus menyatakan protesnya ke sang bapak, "Pak,tolong anaknya di atur ya, disini kan penumpang juga ingin tenang, sudah capek kerja,eh pulang kok masih aja ada yang ganggu!!".

Lalu sang bapak sambil menggendong putrinya pun menjawabnya dengan senyum, "Maaf ya mas, ibu mereka baru saja meninggal sore ini di rumah sakit,dan saya belum mengatakan hal ini ke mereka. Nanti begitu sampai rumah saya akan mengatakannya, biarlah mereka merasakan kegembiraan yang menjadi hak mereka, karna saya merasa mereka akan banyak kehilangan kegembiraan setelah tahu bahwa ibu yang biasa mengasuh mereka dan menyayangi mereka setiap saat sudah tidak bersama mereka lagi selamanya, mas tidak keberatan kan, kalau mereka bermain sebentar saja di bus ini?".

Mendengar apa yg dibicarakan sang bapak,sebagian penumpang yang mendengarnya lalu terdiam dan merenung, termasuk sang pria yang baru saja memperotes sang bapak dengan ketus, tiba2 mereka teringat akan kasih sayang dan kesalahan2 yang pernah mereka perbuat kepada ibunya.

Diam2 diantara mereka (Anak) ada yang menggambil handphone di saku celananya, lalu jari jempolnya membuat bari kalimat, "Ibu apa kabar? besok pagi saya mau pulang menjenguk ibu. Maafkan segala salah saya,ibu"

Kemudian dia mengirimkan sms itu ke nomor ibunya, dan berharap ia masih diberi kesempatan untuk berjumpa dengan ibunya besok...

=======

Sayangilah orang tua (terlebih seorang ibu) sebelum kalian menyesali kepergiannya. Tangisan kalian akan sia-sia jikalau semasa hidupnya, tidak pernah kalian sayang kepada orang tua.


Minggu, 24 Februari 2013

Untuk Mu Bunda












Tak pernah kering mata air kasih sayangmu mengalir lembut dari dasar kalbu walaupun ku sering buatmu marah

Tak pernah lelah engkau terus berjuang mengasuh, mendidik dan melindungiku walau air mata dan darah jadi pengiringnya

Terima kasih ibu hanya bakti sederhana yang mampu kuberikan kepadamu

Maafkanlah ku ibu atas sgala kesalahan yang telah kuperbuat kepadamu

Wahai Ibu, melalui dirimulah Allah telah memunculkan kami di alam semesta ini
Meskipun engkau harus merasakan pedihnya penderitaan dan kesengsaraan

Sembilan bulan engkau telah mengandung kamidan selama itu pula engkau dalam penderitaan

Engkau baru bisa lepas dari penderitaan itu setelah melakukan persalinan
Berapa banyak engkau telah melahirkan para dermawan yang telapak tangannya selalu memberi

Dan berapa banyak engkau telah melahirkan generasi-generasi baru yang akan menerjuni berbagai arena kehidupan

Wahai Ibu, sungguh sering engkau begadang karena tidak bisa tidur
Sementara air susu dari kedua putingmu selalu memberikan nutrisi kepada kami

Sepanjang malam air matamu selalu menetes ketika duri menusuk salah satu tangan kami

Tangan kananmu sering menjadi bantal kami sedangkan tangan kirimu mendekatkan kedua payudaramu ke mulut kami

Ketika kami mendapatkan kebaikan engkau pun akan merasa gembira Kegembiraanmu jelas terlihat pada bibirmu yang terseyum, yang dapat menghidupkan semangat kami

Namun, jika ada hal buruk menimpa kami, engkau pun akan menutup terangnya waktu pagi dengan kegelapan (bersedih)

Sesungguhnya engkau adalah orang termulia yang selalu membantu kami

Karena itulah, agama Islam pun telah memberikan dorongan kepada kami untuk meraih keridhaanmu

Wahai Ibu, hal itu kami lakukan agar Tuhanmu meridhai kami Pada dirimu terdapat petunjuk, anugerah, dan semua kebaikan

Jika kami durhaka padamu maka nerakalah yang akan menjadi tempat kembali kami

Duhai Bunda tercintaku.
Dalam sepanjang perjalanan hidupmu selaksa harapan seribu doa mengayuh mimpi indah bersama tuk mengarungi separuh pengorbanan

Pengorbananmu begitu berarti menyongsong hari demi hari yang dilalui bersama kami dalam kebahagiaan yang terpatri

Kebahagiaanmu adalah harapanku kehangatan cintamu adalah selimutku bagai penopang dalam kehidupanku melindungi dalam kejaran waktu

Akuu tau cintamu sedalam lautan pengorbananmu pun tak pernah pudar dalam limpahan rahmat dan ridho-Nya

Duhai Bunda tercintaku ..
Maafkan segala kesalahanku jerih payahmu tak tertandingi membuat ku selalu ingin seperti Bunda

Duhai Bunda tercintaku..
Doaku selalu menyertaimu terima kasih atas segala panduanmu
Hidupku begitu berarti karenamu

Kasih sayangku untukmu selalu walau tak terlukiskan, namun selalu tercipta untukmu

Teruntuk kasih hatiku yang slalu kurindu kuingin menghiasi mimpi bersamamu melepaskan segala keresahan dalam jiwa dalam bimbingan dan belaian bunda tercinta

Kala menatap wajahmu nan lembut kuingin kau tau selalu dihati ingin kurengkuh semua harapan

Disetiap desah nafas panjangmu dalam tidur menggapai mimpi kulihat kau tersenyum penuh kedamaian menyisakan gelora dihati tuk selalu membuatmu bahagia

Duhai bunda tercintaku
Yang selalu menemani dalam malamku setiap alunan doa yang kau panjatkan kutau kau tujukan untuk kesetiap derai tangismu

Aku tau kau mengkhawatirkanku dalam dekapan kuingin berbagi dalam tatapan kuingin menghargai dalam setiap doa kuingin berharap

Dalam kebahagiaan kuingin kau menyertaiku kalimat yang senantiasa tercipta merajuk merayu mengharapkan kehangatan dalam permintaan seorang anak kecil tubuh mungil nan menawan

Sepasang mata yang berkilauan menggelayut mesra dalam pangkuan seolah menyapa dalam senyuman. Seperti itukah masa kecilku, Bunda?

Dalam dekapanmu sepanjang malam dalam kehangatan pelukanmu setiap saat menantikan dongengmu di dalam tidur, saat inipun.. masih kurasakan hangatmu

Masih terpancar pengorbanan yang tiada henti, sanggupkah aku seperti Bunda? Melayani peri kecil kehidupanku kelak dosa telah diujung jalan yang hitam tinggal mencekam.

lampu-lampu malam menyorot sekujur tubuh, ada bintik_bintik hitam lengket melengket, bercampur dengan darah yang terpantul gelisah dikulitku yang pucat.

Duhai Bunda Tercinta
sampai aku ada dalam pelukanmu air mata tercurah melanda benteng kerinduan.

kini aku terdampar sendiri.
dimalam dingin yang mengigilkan tubuh kurusku.


kutak mampu mengangkat wajah.
hanya dalam hati kuteriakkan namamu kuat_kuat.
juga kubisikkan salam dan do’a yang terindah…

Duhai Bunda tercinta
Aku disini….
dipinggir benua sepi,
seribu tanda tak bisa menjawab,
beribu titik api memancar dalam gelap tapi duka tak pernah jua mencair.

Duhai Bunda Tercinta
kumohon setetes do’aMu tersulur untuk diriku..
dan serahkan segala kasihMu buat daku, buat santapan dalam sunyi dan sepiku…

Ajari aku mutiara cinta dan kecintaan, bunda..

Duhai Bunda Trcinta…
Aku kangen. Kangen segala nasehatmu, petuahmu dan cinta kasihmu . Yang tak jemu memanjakan aku dengan derai pancaran kasih darimu. Membelai setiap hati ini gundah. Membasuh setiap angan ini gelisah.

Duhai Bunda Tercinta…
Aku ingin dengar suara bunda. Dan lebih lama menikmati untaian mutiara yang bunda tuangkan. Kerinduanku pada bunda laksana kurindukan bundaku yang telah melahirkanku. Saat ini, detik ini… aku punya kalian. Punya mutiara indah yang tak pernah jemu menyemai kerinduan dalam do'a.

Ingatkan aku selalu kepada sepenggal pengabdian terhadap sang khalik. Pada hakekat hidup yang hanya sementara ini. Ingatkanku akan arti semangat dalam sebuah perjuangan dengan mencintai kewajiban. Ajarkan aku tentang cinta dan segala kecintaan. Kecintaan terhadap Dia yang maha segalanya. Kecintaan kepada segala dzat ciptaanya.

“Ingat, Nak! Seimbangkan hidupmu. Seimbangkan langkahmu hab’lu minallah dan hab’lu minannas…”

Keagungan Allah…

“Betapapun perkasa badanku, betapapun cemerlangnya kemampuanku, betapapun panjangnya perjalanan hidup yang telah kulalui. Aku menyadari bahwa sebenarnya diriku kecil. Penuh keterbatasan yang tidak semua mampu kutembus. Apalah arti kesusahan yang pernah kuderita, dibanding dengan kebahagiaan yang sebenarnya pernah kualami”

“Aku semakin sadar. Bahwa tanpa mengenal susah, aku tidak akan bisa merasakan betapa senangnya memperoleh kebahagiaan. Semua ini karena Allah swt. Hanya dengan menyadari kecilnya diriku, aku bisa menjadi lebih besar. Hanya dengan menyadari kebodohan, aku menjadi lebih pandai. Hanya dengan mensyukuri nikmat-Nya aku merasa dapat lebih nikmat.

“Salam sayang dan cintaku untukmu. Telphon bunda, Nak. Kenapa harus takut? tak cukup sms untuk bunda obati kangen ini padamu. Kewajiban seorang ibu untuk mengaisihi putrinya, mensupport niat baiknya. Jangan bertanya kenapa bunda terlalu mencintaimu. Bukankah kau anak ibu? Dan akan terus menjadikan ibu ini bundamu?”

Dalam setiap irama tubuhmu kau selalu menyapa
Dalam kepenatan yang tak pernah terbisikkan kau selalu mendekap
Dalam kerinduan yang sangat kau tak pernah ingin lepas dariku

Usiaku kini telah berubah
Aku bukan lagi anak kecil
Kaulah yang telah membentuk jiwa mentah ini
Kaulah yang telah mengelola emosi labil ini
menjadi lokomotif kemajuan
Kaulah yang selalu memberiku keberuntungan
dengan nasihatmu kala malam telah larut
dan gerbang mimpi siap menghampiriku

Kala yang lain terlelap
Kutahu kau tak pernah terlena
Pikiran, hati, jiwa, dan emosiku selalu bekerja demi masa depanku
Kau selalu berpacu dengan waktu
Karena kau yakin, tanpa itu bisa jadi
aku terlindas oleh jaman yang semakin keras

Kaulah pengantar luasnya pengetahuanku
Kala wadah kosa kataku hanya bagai tetesan air
Kaulah yang memenuhinya hingga menjadi sebuah lautan
Kaulah bintang berkilauku
Yang tak akan pernah terlupakan
oleh rangkaian huruf cahaya sejarah peradaban manusia

Andai aku bisa, bunda
Kan kubalas segenap cinta dan kasihmu
Andai aku mampu, bunda
Kan kupersembahkan seterang kilauanmu,
sehangat dekapanmu, setulus kasihmu,
dan sebijak nasihatmu

Kutahu, bunda
Tanganmu tak pernah lepas berharap untukku
dalam setiap do'a yang kau panjatkan
Kutahu bunda
Senyummu selalu menyapa dalam setiap kata cinta
yang keluar dari lisanmu
Kutahu bunda
Mata hatimu selalu terjaga dalam setiap derapku

Ya Allah
Kutengadahkan tanganku berharap
kau membahagiakannya sepertiku kini
Ya Rabbi
Kumemohon berilah bunda mimpi yang selalu indah
Ya Rabbul Izzati
Kuberharap padaMu anugerahkan bunda kecupan hangat
Seperti yang selalu ia berikan padaku saat aku terbangun di pagi hari
Ya Illahi
Sejahterakanlah bunda

Bunda, pelangi dan matahariku
Hari ini kuhaturkan dengan tulus padamu

Ya Allah ampunilah dosa kedua orang tuaku dan kasihanilah dengan rahmat dan karunia-Mu seperti mereka mengasihiku

Ya Ilahi Rabbi berilah kami kesempatan Untuk dapat kembali berjumpa di Surga kelak.......... Aaminn.

Minggu, 17 Februari 2013

PERIHAL MUSLIMAH


















Seorang wanita muslimah yang meyakini Allah sebagai Rabb-Nya dan Muhammad sebagai Nabi dan Rasul-Nya maka konsekuensinya adalah dia harus mematuhi apa yang datang dari Allah dan Rasul-Nya.Dan tidaklah patut bagi kita sebagai hamba-Nya memilih alternatif/alasan lain untuk berpaling dari perintah-Nya sebab akan menyebabkan kita tersesat dari petunjuk-Nya sebagaimana firman-Nya:

“dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi wanita yang mukmin apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan(urusan) akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan, barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguh dia telah sesat, sesat yang nyata”(Al-Ahzab:36)

Apabila seorang hamba telah sesat maka yang menjadi teman setia baginya adalah setan.
Karena didunia ini hanya ada dua pilihan menjadi hamba Allah (taat pada perintah dan menjauhi laranganNya serta mengikuti sunnah NabiNya) atau hamba setan yaitu mengikuti hawa nafsunya dan mematuhi seruan setan dengan meninggalkan seruan Allah dan rasul-Nya . Apabila hawa nafsunya telah ditaati dan diikuti maka setanlah yang akan menjadi sahabat setianya sehingga jauhlah dia dari hidayah-Nya dan petunjuk-Nya. Sebagaimana firman-Nya:

“Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Rabb Yang Maha Pemurah (Al-Qur’an) kami adakan baginya setan yang (menyesatkan) maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.Dan sesungguhnya setan-setan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk” (Az-Zukhruf :36-37)

Seringkali kita mendengar tentang nada-nada sumbang yang berkesan mengatakan bahwa jilbab itu tidak sesuai dengan perkembangan zaman yang serba modern dan canggih ini. Dimana kita hidup diabad 21 yang penuh dengan teknologi modern dan serba bebas, sehingga apabila kita mengenakan busana islami/jilbab maka kita akan ketinggalan zaman dan kuno.

Patut ditanyakan kembali kepada mereka apabila jilbab itu tidak lagi relevan/sesuai dengan perkembangan zaman saat ini secara tidak langsung dia telah menyatakan bahwa Allah itu tidak relevan lagi menjadi Rabbnya karena yang menurunkan perintah jilbab itu adalah Allah Rabbnya seluruh makhluk dibumi dan dilangit.yang jelas-jelas termuat dalam kitab-Nya yang mulia Al-Qur’anul karim bila dia mengingkari hakikat perintah jilbab tersebut berarti dia mengingkari Al-Qur’an dan dengan dia mengingkari Al-Qur’an berarti dia telah mengingkari yang membuat hak ciptanya yaitu Allah subhanahuwata’ala.Karena itu patut dicamkan dan direnungkan dengan hati-hati sebelum kita mengeluarkan nada-nada sumbang yang aneh dengan alasan perkembangan zaman.


Dalil Al-Qur’an Dan Hadits Yang Memerintahkan Kita Untuk Berjilbab

Dibawah ini saya sampaikan dalil-dalil yang menyuruh kita wanita muslimah untuk berjilbab. Yaitu firman Allah subhanahu wata’ala dalam surat An-Nuur ayat 31:

“katakanlah kepada wanita yang beriman:Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang biasa nampak dari mereka. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedada mereka dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepad suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau puter-putera suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka atau wanita-wanita islam atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan terhadap wanita atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan, janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung”

Maka berbanggalah saudariku sebagai muslimah. Keindahan senantiasa akan terpancar melalui hatimu yang ikhlas nan lembut, dan tetap istiqomah melangkah dalam cahaya kebaikan serta meraup limpahan kasih sayang Ilahi Rabbi...Aaminn ya Rabbal Aalaminn..