Sabtu, 10 Maret 2012
Bersahabatlah Hingga ke Surga
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sahabat saudaraku fillah...Abu Sulaiman Darami berkata, "Jangan sekali - kali engkau bersahabat kecuali salah satu dari dua macam ini.
♥.• Pertama, Orang yang dapat engkau ajak bersahabat dalam urusan duniamu dengan jujur.
♥.• Kedua , Orang yang karena bersahabat dengannya engkau memperoleh manfaat untuk urusan akhiratmu.
Saudaraku..Islam sangat menjunjung tinggi persahabatan sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam :“Tidak beriman seorang dari kamu, sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri” (HR. Bukhari Muslim).
Sungguh.... Sebaik-baik persaudaraan, kebersamaan dan persahabatan adalah di jalan Allah yang akan mengantarkan kita kepada kebahagiaan di akhirat. Pertemanan atau persahabatan atas dasar iman dan taqwalah yang abadi. " Teman-teman akrab pada hari itu sebagian menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertaqwa " ( QS. Az-Zukhruf : 67 ).
Untuk itu saudaraku....marilah sejenak kita bertanya pada diri sendiri :
Siapa orang yang kita cintai?
Siapa pula orang yang dekat dengan kita dan menemani langkah-langkah hidup kita?
Siapa orang yang paling sering menghiasi ingatan kita?
Duhai indahnya.... Apabila persahabatan bisa mengantarkan kita kepada ketaqwaan dan mendatangkan ridho Allah.Di kala bersama saling berbagi dalam kebaikan.... di kala tiada saling mendo'akan demi kebaikan bersama. Semoga jalinan persahabatan di antara kita akan membawa kebahagiaan hakiki yang akan mengantarkan kita hingga ke Jannah-Nya,aamiin.
Cinta Yang Terbaik
Sekiranya,
Kita cinta kepada manusia,
tidaklah semestinya manusia juga cinta kepada kita.
Tetapi sekiranya,
Kita cinta kepada Allah,
nescaya cinta Allah tiada penghujungnya...
Sekiranya,
Kita cinta kepada manusia,
Kita akan cemburu kepada orang yang mencintai dia yang kita cintai.
Tetapi sekiranya,
Kita cinta kepada Allah,
Nescaya,
Kita akan turut mencintai orang yang melabuhkan cinta & jiwanya kepada Allah juga...
Subhanallah!
Begitulah indahnya cinta Hakiki,
Cinta yang membuahkan bahagia berpanjangan..
Keindahan & keharuman sepanjang jalan..
Ya Allah,
Andainya dia adalah jodoh,
Yang ditetapkan olehMu untukku,
Maka,
Campakkanlah ke dalam hatiku,
Cinta kepadanya adalah kerana cintaku kepadaMu,
Dan campakkanlah ke dalam hatinya,
Cinta kepadaku yang juga bersandarkan hanya keranaMu.
Namun,
Andainya dia bukanlah jodoh,
Yang ditetapkan olehMu untukku,
Maka,
Berikanlah aku kekuatan padaku untuk pasrah,
Dalam mengharungi ujian yang Kau berikan kepadaku..
Sesungguhnya Allah..
Ku harapkan cinta sesama insan ini,
Bersandarkan kepada tautan redha & kasihMu ya Tuhan...
Kerna apalah adanya pada cinta yang bertaut tanpa redhaMu.
Kaku, kosong, hambar & lesu seiring pudarnya rasa cinta palsu.
Cinta yang penuh beralasan..
Bahkan cinta yang bersatu kerana ada diriMu,
sebagai pengantaranya,
Itulah sebaik-baik pilihan,
Kerana Engkaulah sebaik-baik tempat bersandar,
Tempat memohon pertolongan,
Dalam meniti titian yang rapuh,
& penuh beronak duri ini.
Tanpa iman, takwa & mahabatullah,
Akan tersungkurlah cinta itu..
Sebelum sempat dipersembahkan kepadaMu..
Sesungguhnya ku harapkan cinta yang halal ini.
Semata-mata kerana ingin menyempurnakan keimanan & ketakwaan.
Juga ku harapkan cinta yang berkah ini..
Untukku bawa dalam perjalanan menemuiMu wahai Tuhan..
Namun,
siapalah aku untuk menafsir ketentuan..
Sedangkan aku beriman padaMu,
& sangat yakin..
KetentuanMu adalah yang terbaik..
Menyentuh Hati
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sahabat saudaraku fillah....Betapa senang apabila kita memiliki banyak teman yang baik, seia sekata, senasib sepenanggungan, suka dan duka selalu bersama walau terpisah oleh jarak dan waktu.Dengan apa kita mampu mengikat hatinya ? Ternyata kuncinya ada pada suasana qalbu kita.
Dalam hal ini Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam mengingatkan kita akan pentingnya menjaga hati yang bersih. Beliau bersabda :
" Ketahuilah bahwa sesungguhnya dalam jasad itu terdapat segumpal daging, apabila ia baik maka baiklah seluruh tubuhnya dan apabila ia rusak maka rusaklah seluruh tubuhnya, ketahuilah bahwa ia adalah hati/qalbu ( HR. Bukhari dan Muslim )."
Sungguh beruntung apabila kita mampu menata, memelihara dan merawat hati menjadi baik, bening, jernih, bersih dan selamat.
Orang yang hatinya tertata dengan baik wajahnya akan jauh lebih jernih, sebening embun yang bergelayut di ujung dedaunan di pagi hari ketika disinari oleh cerahnya cahaya fajar dan hangatnya mentari pagi....jernih, bersinar, sejuk dan menyegarkan...
Tidak berlebihan apabila setiap orang akan merasa nikmat menatap pemilik wajah yang cerah, ceria dan penuh sungging senyum yang tulus. Begitu pula bila berkata karena kata- katanya akan bersih dari melukai, jauh dari sombong dan riya, sarat dengan hikmah dan bermakna. Inilah buah dari keinginan untuk senantiasa membahagiakan orang lain. Hati yang bersih merupakan buah dari amal yang diperbuat seseorang.
Banyak manfaat bila hati kita bersih ; mampu menyelesaikan tugas dan tanggung jawab dengan baik, kesehatan lahir dan batin terpelihara karena jauh dari ketegangan/stress. Hati yang bersih ibarat magnet yang dapat menarik benda-benda di sekitarnya. Akan terpancar darinya akhlaq yang mempesona dan penuh kesantunan. Siapapun yang berjumpa dengannya akan merasakan kesan yang mendalam bahkan ketika berpisah pun akan menjadi kenangan yang tak mudah dilupakan.Lebih dari itu semua, hati yang bersih akan membuat hubungan kita dengan Allah lebih dekat.Demikianlah sahabat saudaraku fillah, semoga hari - hari kita diliputi oleh kebahagiaan buah dari kesungguhan kita menata hati dan akhlaq menuju ridha-Nya.
~SaLaM SantuN Erat SiLatuRahmi dan UkhuWaH FillaH~
Pembuka Pintu Kesulitan
Setiap insan di dunia ini tak luput dari berbagai persoalan walau dalam tingkat yang berbeda. Sesungguhnya jika kita menyadari bahwa segala kesulitan itu adalah salah satu bentuk kasih sayang Allah untuk membentuk pribadi kita agar lebih kuat dan menjadi umat yang lebih baik. Menyikapi hal ini janganlah tenggelam dalam kesedihan dan keputus asaan . Karena nikmat-Nya, kasih sayang dan cinta-Nya lebih luas dibandingkan penderitaan yang kita rasakan. Yakinlah Dia akan memberikan jalan kemudahan atas setiap kesulitan asalkan kita bertaqwa, bersedia mendekatkan diri kepada-Nya.
Saudaraku..amalan apa kiranya yang bisa membuka pintu pertolongan Allah atas kesulitan yang mendera ?
Salah satu amalan yang bisa membuka pintu pertolongan Allah adalah istighfar atau memohon ampun kepada Allah. Karena mungkin saja kesulitan yang dialami adalah akibat dari kesalahan dan dosa yang diperbuat namun kita belum bertaubat. Dengan istighfar, memohon ampun kepada Allah dan bertekad untuk tidak mengulangi perbuatan dosa diharapkan Allah mengampuni dosa kita.
Dalam hal ini Allah Subhanahu Wa Taala berfirman:
“ Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Rabb-mu dan bertaubat kepada-Nya.( Jika kamu mengerjakan yang demikian ), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik ( terus-menerus ) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan ( balasan ) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa di hari kiamat.” (QS. Hud : 3 )
Demikian juga dalam sabda Rasulullah Shallallahu alaihi Wa Sallam berikut ini :
“ Barang siapa yang menekuni istighfar niscaya Allah jadikan jalan keluar dari setiap kesulitan, Dia jadikan kelapangan dari setiap kesusahan dan Dia berikan rizki yang tidak diperkirakan.” ( HR. Abu Daud dan Nasa’i dari Ibnu Abbas ).
Oleh karena itu Rasulullah menganjurkan agar umatnya banyak beristighfar memohon ampunan Kepada Allah. Dalam riwayat, Rasulullah beristighfar setiap hari tidak kurang dari 100 kali sehari. “.....sungguh aku ( Rasulullah ) beristighfar setiap hari seratus kali”. ( HR. Ibnu Majah dan Ibnu Sunni ). Ibnu Malik berpendapat bahwa bukan berarti kita harus beristighfar seratus kali tapi ini menunjukkan banyaknya beliau beristighfar.
Sahabat saudaraku fillah...Demikianlah bagi siapapun yang saat ini ditimpa berbagai persoalan hidup, yakinlah dengan banyak istighfar dan amalan lain yang mendekatkan diri kepada-Nya semoga Allah membukakan pintu kesulitan yang mendera,aamiin.
Cinta dan Benci secara Sederhana
Sahabat saudaraku fillah...Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa sallam bersabda:
“ Cintailah sesuatu itu dengan biasa-biasa saja karena boleh jadi suatu saat nanti dia akan menjadi sesuatu yang kamu benci, dan bencilah sesuatu yang tidak kamu ketahui dengan biasa-biasa saja, karena boleh jadi suatu saat nanti dia akan menjadi sesuatu yang kamu cintai.” ( HR. Bukhari , Abu Daud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah, dari Abu Hurairah ).
Duhai sahabat saudaraku fillah...pernahkah begitu dekat dengan seseorang dan kita mencintainya secara berlebihan?
Di mata kita dia adalah seorang yang begitu sempurna tanpa cela sedikitpun. Jika ada orang lain yang mencela atau menyakiti dirinya kita habis-habisan membelanya. Sedemikian cintanya sampai-sampai kita tak menyadari bahwa setiap orang bisa berubah kapanpun dan tak luput dari kesalahan.
Begitu juga mungkin kita pernah membenci seseorang secara berlebihan, seolah tak ada kebaikan sedikitpun . Walaupun dia sudah berbuat baik di mata kita tetaplah salah. Sedemikian bencinya sampai menutup hati kita dari kebenaran.
Cinta dan benci yang berlebihan tidaklah baik. Sikap yang terbaik bagi sesama insan adalah sewajarnya, sederhana saja. Islam mengajarkan kepada kita untuk tak berlebihan dalam segala hal. Termasuk dalam mencintai dan membenci seseorang atau sesuatu.
Mengapa kita tak boleh mencintai dan membenci seseorang secara berlebihan ?
Agar kita bisa bersikap adil.
Orang yang cinta dan benci secara berlebihan sulit bersikap adil. Jika orang yang dicintainya secara berlebihan berbuat salah kita menganggapnya tetap benar. Sebaliknya jika orang yang dibencinya berlebihan berbuat kebaikan kita tetap menganggapnya sebuah kesalahan. Padahal Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah mengingatkan kita untuk bersikap adil dalam menilai seseorang.
“ Wahai orang-orang yang beriman ! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah, ( ketika ) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena ( adil ) itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan. “( QS. Al- Maidah : 8 ).
Karena kita tidak pernah tahu akan perubahan seseorang.
Bisa jadi orang yang kita cinta, kita puja, kita kagumi dan kita anggap separuh jiwa itu berbalik kita benci karena sikap dan perbuatannya yang membuat kita kecewa. Begitupun seorang musuh bisa berubah menjadi sahabat sejati, teman bicara yang menyenangkan dan bisa mendukung kita dalam banyak hal.
Jadi, cintailah dan bencilah seseorang atau sesuatu secara wajar dan sederhana saja, jangan berlebihan. Karena sesungguhnya hanya Allah dan Rasul- Nya yang pantas kita cintai sepenuh hati dan sepenuh jiwa mengalahkan segala yang ada di dunia ini.
“ Ada tiga perkara yang jika terdapat pada diri seseorang maka ia akan merasakan manisnya iman yakni ; menjadikan Allah dan rasul-Nya lebih dicintai dari apa yang selain keduanya, mencintai seseorang dan tidak mencintainya kecuali karena Allah, dan membenci kembali kepada kekufuran sebagaimana ia benci dilemparkan ke dalam neraka. “ ( HR. Bukhari ).
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)