Sabtu, 17 Maret 2012
Ucapan Mencerminkan Kepribadian
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sahabat saudaraku fillah..Sesungguhnya setiap saat dan setiap tempat ada yang senantiasa memperhatikan dan mencatat segala ucapan kita. “.. Seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” ( QS. Qaaf : 17-18 ). Oleh karena itu berbicaralah yang pantas dan cukuplah sesuai dengan maksud pembicaraan. Jadikanlah ucapan kita selalu condong kepada kebaikan, jika tidak maka diam itu lebih baik. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda: “ Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir , maka berkatalah yang baik atau ( kalau tidak bisa ) diamlah.” ( HR. Bukhari dan Muslim ).
Saudaraku..pandailah memilih kata sebelum ke luar dari lisan kita. Jagalah perkataan agar tetap sopan dan tidak menimbulkan kemurkaan Allah. Orang yang berbicara baik dan senantiasa menjaga lidahnya agar selalu dalam kebaikan maka Allah akan memberi balasan surga. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda : “ Barangsiapa yang menjamin untukku apa yang ada di antara dua janggutnya ( mulut ) dan dua kakinya ( kemaluan ), aku menjamin untuknya surga.” ( HR. Bukhari ).
Sesungguhnya ucapan adalah cermin kepribadian. Orang yang berucap dengan baik dan santun terkesan memiliki kepribadian yang baik, demikian pula sebaliknya. Betapa banyak dari kata yang diucapkan menyebabkan saudara menjadi musuh atau malah mengubah lawan menjadi kawan yang menyenangkan.Lisan yang tak terkendali akan mengakibatkan kita berucap apa saja tanpa pertimbangan baik dan buruk. Jika hal ini terjadi akan rusaklah citra diri dan semakin terlihat kekurangan kita padahal sebelumnya orang lain tidak tahu. Maka lebih bijak jika kita mampu berucap dengan baik yang dapat memberi manfaat untuk diri dan sesama.
Nikmat Sehat Dan Waktu Luang
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
Sahabat saudaraku filah.. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda: ”Ada dua kenikmatan yang membuat kebanyakan orang menjadi lalai,yakni kesehatan dan waktu luang”.(HR. Bukhari ).Sesungguhnya kesehatan dan waktu luang adalah nikmat maka manfaatkan keduanya untuk ibadah dan hal yang bermanfaat.Barangsiap...a yang memanfaatkan waktu luang dan nikmat sehat dalam rangka melakukan ketaatan, maka dialah orang yang akan berbahagia.Namun sebaliknya barangsiapa memanfaatkan keduanya dalam maksiat, dialah orang yang tertipu.
Sesungguhnya sesudah waktu luang akan datang waktu kesibukan. Begitu pula sesudah sehat akan datang kondisi sakit yang tidak menyenangkan..Kita dapat merasakan nikmat sehat ketika sakit maka gunakan sehatnya badan untuk beraktifitas yang bermanfaat, sehat hati untuk memahami ayat-ayat Allah, sehat mata untuk melihat kekuasaan-Nya serta sehat telinga untuk mendengarkan ayat –ayat-Nya.Demikian pula kita dapat merasakan nikmatnya waktu luang jika kita dalam kesibukan. Maka ketika waktu luang jangan dihamburkan dengan perbuatan yang sia-sia.
Saudaraku..sudah tabiat kita tak mampu berdiam diri tanpa kegiatan.Jika kita tidak disibukkan diri dengan kebaikan niscaya kekejian yang akan menguasai perilaku kita.Maka arahkan diri untuk memiliki kegiatan yang bermanfaat agar berbuah kebaikan.Perlu kita ketahui bahwa ketika kita mampu memanfaatkan waktu sehat dan luang dalam rangka ketaatan maka pahala akan tetap mengalir ketika kita merasakan sakit dan kesibukan yang tak terhindarkan. “Apabila seorang hamba sakit atau bepergian,akan dituliskan baginya pahala seperti ketika ia sehat dan sedang bermukim.”(HR.Bukhari). Lantas bagaimana agar kita tidak lalai oleh nikmat sehat dan waktu luang ?
♥Bandingkan nikmat sehat ketika sakit.
♥Bandingkan nikmat waktu luang ketika sibuk.
♥Mengatur waktu sebaik baiknya.
♥Memilih yang terpenting diantara yang penting.
Jumat, 16 Maret 2012
Bekal Menjemput Jodoh
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sahabat saudaraku fillah..jika seorang pria atau wanita sudah siap menikah ada beberapa hal yang harus kita perhatikan sebagai bekal menjemput jodoh;
1.Niat yang lurus.
“Siapa yang menikahi wanita dengan niat menjaga pandangan mata,memelihara kemaluan,dan menjalin tali persaudaraan maka Allah akan memberkati pasangan suami istri tersebut.”(HR.At-Thabrani).Pernikahan hendaklah diniatkan untuk beribadah kepada Allah,mengikuti sunnah Rasul-Nya dan hanya mengharap ridha-Nya semata, maka mintalah kepada Allah agar diberi jalan yang terbaik.
2.Taqwa dan tawakal.
Taqwa yakni menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Sedangkan tawakal berarti berserah diri kepada Allah setelah melakukan usaha yang maksimal.
3.Tidak berputus asa.
”janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir.”(QS.Yusuf:87).Saudaraku..janganlah berputusa asa dari rahmat-Nya manakala jodoh tak kunjung datang karena bisa jadi Dia sangat mencintai kita dan ingin memberikan jodoh yang terbaik tinggal menunggu waktu yang tepat yang akan menjadikan segalanya lebih indah dan barakah.Atau bisa jadi Dia akan memulikan kita dengan pasangan yang terbaik di akhirat kelak andaikan di dunia tak dikaruniai jodoh.Sesungguhnya Allah Maha Tahu apa yang terbaik untuk kita.
4.Berbaik sangka kepada Allah.
“Aku(akan memperlakukan hamba-Ku) sesuai dengan persangkaannya kepada-Ku.”(HR.Bukhari dan Muslim).Maka berprasangka baiklah kepada Allah agar Allah pun mewujudkan prasangka baik kita.Tak mungkin Allah menyalahi janji sepanjang kita berada dalam ketaatan kepada-Nya.
5.Minta kepada Allah dengan sabar dan shalat.
“Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat.Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat,kecuali bagi orang-orang yang khusyuk,yaitu mereka yang yakin bahwa mereka akan menemui Rabb-nya,dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.”(QS.Al-Baqarah:45-46).Dengan shalat kita lebih dekat dengan Allah sehingga Dia akan memberi karunia yang terbaik.Sedangkan dengan memiliki jiwa yang sabar kita akan tekun memperbaiki diri, memaksimalkan ikhtiar dan tak kenal putus asa.
6.Puasa untuk menahan godaan.
Dari Abdullah bin Mas'ud menceritakan, kami pernah bepergian bersama Rasulullah yang pada saat itu kami masih muda dan belum mempunyai kemampuan apapun. Maka beliau bersabda: Wahai generasi muda,barang siapa di antara kalian telah mampu serta berkeinginan untuk menikah, maka hendaklah ia menikah. Karena sesungguhnya pernikahan itu dapat menundukkan pandangan mata dan memelihara kemaluan. Dan barangsiapa di antara kalian yang belum mampu, maka hendaklah berpuasa. Karena puasa itu dapat menjadi penghalang umtuk melawan gejolak nafsu. (HR.Bukhari,Muslim,Ibnu Majah dan At-Tirmidzi).Arti puasa sangatlah luas bukan hanya sekedar tidak makan dan minum,namun juga puasa dari perbuatan tercela,zina,perkataan sia-sia dan segala perbuatan yang tidak disukai Allah.
7.Menuntut ilmu dan beramal.
Tuntutlah ilmu dan beramal yang ikhlas.Pernikahan bukan sekedar menghalalkan yang haram, namun lebih dari itu tersimpan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah,pasangan,keluarga besar dan masyarakat. Mendidik istri,mendidik anak,mencari nafkah,mengelola keuangan,berinteraksi yang harmonis antara suami istri dan masyarakat serta membina rumah tangga perlu ilmu. Maka persiapkan sedini mungkin agar tercipta rumah tangga yang bahagia.
8.Kematangan.
Kematangan bukan hanya ditentukan oleh faktor usia tapi lebih ditentukan oleh kesiapan mental dan kedewasaan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Kemampuan ini diperoleh dari berbagai pengalaman dan tempaan hidup hingga kedewasaan terbentuk yang mana akan sangat berpengaruh dalam mengambil setiap keputusan termasuk keputusan untuk membangun maghligai rumah tangga,bertanggungjawab,mampu saling membahagiakan,serta kemauan dan kemampuan mencari sumber penghasilan keluarga.
Kamis, 15 Maret 2012
BBM BUAT MUSLIMAH
Sahabat saudaraku fillah..Yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala, tidak bisa dipungkiri, masyarakat saat ini mengarahkan perhatiannya kepada masalah BBM. Bahkan saking serunya sampai-sampai elit bangsa ini, dibuat sorotannya tertuju hanya kepada BBM, baik dampak yang ditimbulkannya maupun segala apresiasi dari semua lapisan anak bangsa ini.Meskipun demikian terlepas dari semua masalah BBM,disini yang kami coba paparkan bukanlah masalah BBM yang diatas,melainkan BBM = “(Berakhlaq Baik Muslimah)”.
Sebagaimana kita maklumi bersama, bahwa wanita sholehah karena kemuliaan akhlaqnya, sehingga menyandang predikat perhiasan dunia yang paling indah, dan sejak awal kejadianya wanita diciptakan, oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, dari bagian tulang rusuk laki-laki yang bengkok (Nabi Adam Alaihi Salam), bengkok bukanlah menunjukkan kelemahan,bengkok juga tidaklah menunjukkan bahwa wanita bengkok (jelek),hanya menunjukkan masalah fungsi ,karena laki-laki dan wanita memiliki fungsi yang berbeda.
Dalam bahasa Arab bengkok juga dapat diartikan dan bermakna Perasaan, kata hanaa’ artinya bengkok juga mengandung makna sayang,kata athfun artinya berlenggag-lenggok saat berjalan, mengandung makna pengasih dan penyayang.
Islam menaruh perhatian khusus kepada wanita,yaitu harus di perlakukan dengan baik, agar jiwanya terbangun dengan kasih sayang dan kesabaran. Kasih dan sayang sepanjang waktu ,dalam mendampingi anak-anaknya dan keluarganya, dengan demikian sesuai dengan fitrahnya, wanita dari tulang rusuk laki-laki yang bengkok, karena dekat dengan tangan perlu perlindungan dan bimbingan, sehingga tidak tejatuh dan tergelincir ke lembah dosa.
Wanita adalah incaran utama godaan syaithan,sehingga perlu ditunjukkan neraka, agar terhindar dari siksaan-Nya . ’ Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, menganjurkan kita khususnya kaum adam untuk selalu memperlakukan wanita dengan baik,dan saling berpesan berkenan dengan wanita.
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :
“Dari Abi Hurairah Radhiyallahu Anhu’Bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda : Saling berpesanlah kalian untuk memperlakukan wanita dengan baik, karena sesungguhnya wanita itu diciptakan dari tulang rusuk, dan sesungguhnya yang paling bengkok dari tulang rusuk itu adalah bagian atasnya.Jika engkau bersikeras untuk meluruskannya, niscaya engkau akan mematahkannya. Dan jika engkau biarkan, ia akan tetap bengkok,karenanya saling berpesanlah berkenan dengan wanita.”(HR. Bukhari dan Muslim).
Sahabat saudaraku fillah dari sekian banyak, akhlaq mulia wanita sholehah, ada satu BBM (Berakhlaq Baik Muslimah), yang pelu mendapat perhatian yaitu kewajiban menutup Aurat. Dalam ajaran Islam menutup aurat adalah hukumnya wajib, sejajar dengan ibadah wajib lainya yaitu shalat,shaum pada bulan ramadhan,dll.Kewajiban menutup aurat bagi muslimah tercantum dalam kitab suci Al Qur’an yaitu :
Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :
“Dan Katakanlah kepada para Wanita yang Beriman,agar mereka menjaga pandangannya,dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang biasa terlihat.Dan hendaklah menutup kain kerudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasan (auratnya),Kecuali kepada suami mereka,ayah mereka,putra-putra mereka,putra-putra suami mereka,saudara laki-laki mereka,putra-putra saudara laki-laki mereka,putra-putra saudara wanita mereka,para wanita (sesama Islam) mereka,hamba sahaya yang mereka miliki,para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita),anak-anak yang belum mengerti aurat wanita,Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang disembunyikan, dan Bertaubatlah kalian orang-orang yang beriman agar kalian Beruntung.”(QS. An Nur : 31).
Ayat yang terkandung dalam Al Quran diatas,memberi gambaran yang jelas,bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala’ menganjurkan dan memerintahkan agar wanita beriman,menjaga pandangannya,tidak memperlihatkan auratnya kecuali, kepada mahramnya,dan juga diperintahkan agar memakai kerudung agar menutupi dadanya.Kewajiban menutup aurat dan memakai kerudung juga terdapat dalam ayat lain yaitu :
Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :
“Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu,anak-anak perempuanmu,dan istri-istri orang mukmin’Hendaklah mereka menutupkan jilbanya keseluruh tubuh mereka’Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali,sehingga mereka tidak diganggu.Dan ALLAH Maha Pengampun,Maha Penyayang”.(QS. Al Ahzab : 59).
Ayat diatas merupakan penegasan, bahwa setiap muslimah wajib menutup auratnya,dengan menutup aurat juga merupakan wujud BBM (Berakhlaq Baik Muslimah), kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, disamping itu juga memberikan rasa aman, karena ada hikmah positif yang dapat diraih,dengan tidak diganggu dengan hal-hal yang bermuara kepada negatif.
Saudariku Muslimah yang di Rahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala,dimanapun berada Bismillah yang belum sempat menutup aurat,mulai sekarang ikhtiar memulai,dan hendaklah berpegang teguh pada ajaran Islam,yang telah disediakan untuk membentengi aqidah kita dari kesesatan,dan hendaklah kita menyadari bahwa kesempatan nikmat hidup adalah amanat Allah Subhanahu wa Ta’ala,yang harus kita pelihara dan tunaikan,agar bisa mencapai kebahagiaan di dunia maupun di ahirat kelak.
Sahabat-saudaraku fillah yang di Rahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala,demikian untai an sederhana ini, semoga manfaat buat kita semua,’ Yang benar haq semua datang-Nya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,yang kurang dan khilaf mohon sangat dimaafkan ’’Akhirul qalam “Wa tawasau bi al-haq Watawa saubil shabr “.Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala . Senantiasa menunjukkan kita pada sesuatu yang di Ridhai dan di Cintai-Nya..Aamiin Allahum Aamiin.
❀.•❤•Walhamdulillah Rabbil’alamin •❤•.❀
BERSYUKUR DENGAN YANG SEDIKIT
Setiap saat kita telah mendapatkan nikmat yang banyak dari Allah, namun kadang ini terus merasa kurang, merasa sedikit nikmat yang Allah beri.
Allah beri kesehatan yang jika dibayar amatlah mahal. Allah beri umur panjang, yang kalau dibeli dengan seluruh harta kita pun tak akan sanggup membayarnya. Namun demikianlah diri ini hanya menggap harta saja sebagai nikmat, harta saja yang dianggap sebagai rizki. Padahal kesehatan, umur panjang, lebih dari itu adalah keimanan, semua adalah nikmat dari Allah yang luar biasa.
♥ Syukuri yang Sedikit
Dari An Nu’man bin Basyir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ لَمْ يَشْكُرِ الْقَلِيلَ لَمْ يَشْكُرِ الْكَثِيرَ
“Barang siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia tidak akan mampu mensyukuri sesuatu yang banyak.” (HR. Ahmad, 4/278. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 667).
Hadits ini benar sekali. Bagaimana mungkin seseorang dapat mensyukuri rizki yang banyak, rizki yang sedikit dan tetap terus Allah beri sulit untuk disyukuri? Bagaimana mau disyukuri? Sadar akan nikmat tersebut saja mungkin tidak terbetik dalam hati.
♥ Kita Selalu Lalai dari 3 Nikmat
Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan bahwa nikmat itu ada 3 macam:
Pertama, adalah nikmat yang nampak di mata hamba.
Kedua, adalah nikmat yang diharapkan kehadirannya.
Ketiga, adalah nikmat yang tidak dirasakan.
--------------------------
Ibnul Qoyyim menceritakan bahwa ada seorang Arab
menemui Amirul Mukminin Ar Rosyid. Orang itu berkata,
“Wahai Amirul Mukminin. Semoga Allah senantiasa memberikanmu nikmat dan mengokohkanmu untuk mensyukurinya. Semoga Allah juga memberikan nikmat yang engkau harap-harap dengan engkau berprasangka baik pada-Nya dan kontinu dalam melakukan ketaatan pada-Nya. Semoga Allah juga menampakkan nikmat yang ada padamu namun tidak engkau rasakan, semoga juga engkau mensyukurinya.”
Ar Rosyid terkagum-kagum dengan ucapan orang ini. Lantas beliau berkata, “Sungguh bagus pembagian nikmat menurutmu tadi.”
(Al Fawa’id, Ibnul Qayyim, terbitan, Darul ‘Aqidah, hal. 165-166).
--------------------------
Itulah nikmat yang sering kita lupakan. Kita mungkin hanya tahu berbagai nikmat yang ada di hadapan kita, semisal rumah yang mewah, motor yang bagus, gaji yang wah, dsb. Begitu juga kita senantiasa mengharapkan nikmat lainnya semacam berharap agar tetap istiqomah dalam agama ini, bahagia di masa mendatang, hidup berkecukupan nantinya, dsb. Namun, ada pula nikmat yang mungkin tidak kita rasakan, padahal itu juga nikmat.
♥ Kesehatan Juga Nikmat
Bayangan kita barangkali, nikmat hanyalah uang, makanan dan harta mewah. Padahal kondisi sehat yang Allah beri dan waktu luang pun nikmat. Bahkan untuk sehat jika kita bayar butuh biaya yang teramat mahal. Namun demikianlah nikmat yang satu ini sering kita lalaikan.
Dua nikmat ini seringkali dilalaikan oleh manusia –termasuk pula hamba yang faqir ini-. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
”Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. (HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas)
Ibnu Baththol rahimahullah mengatakan,
”Seseorang tidaklah dikatakan memiliki waktu luang hingga badannya juga sehat. Barangsiapa yang memiliki dua nikmat ini (yaitu waktu senggang dan nikmat sehat), hendaklah ia bersemangat, jangan sampai ia tertipu dengan meninggalkan syukur pada Allah atas nikmat yang diberikan. Bersyukur adalah dengan melaksanakan setiap perintah dan menjauhi setiap larangan Allah. Barangsiapa yang luput dari syukur semacam ini, maka dialah yang tertipu.” (Dinukil dari Fathul Bari, 11/230)
♥ Rizki Tidak Hanya Identik dengan Uang
Andai kita dan seluruh manusia bersatu padu membuat daftar nikmat Allah, niscaya kita akan mendapati kesulitan. Allah Ta’ala berfirman,
وَآتَاكُم مِّن كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ وَإِن تَعُدُّواْ نِعْمَتَ اللّهِ لاَ تُحْصُوهَا إِنَّ الإِنسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ( إبراهيم
“Dan Dia telah memberimu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu sangat lalim dan banyak mengingkari (nikmat Allah).” (QS. Ibrahim: 34).
Bila semua yang ada pada kita, baik yang kita sadari atau tidak, adalah rizki Allah tentu semuanya harus kita syukuri. Namun bagaimana mungkin kita dapat mensyukurinya bila ternyata mengakuinya sebagai nikmat atau rejeki saja tidak?
Saudaraku! kita pasti telah membaca dan memahami bahwa kunci utama langgengnya kenikmatan pada diri anda ialah sikap syukur nikmat. Dalam ayat suci Al Qur’an yang barangkali kita pernah mendengarnya disebutkan,
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ
"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7). Alih-alih mensyukuri nikmat, menyadarinya saja tidak. Bahkan dalam banyak kesempatan bukan hanya tidak menyadarinya, akan tetapi malah mengingkari dan mencelanya. Betapa sering kita mencela angin, panas matahari, hujan dan berbagai nikmat Allah lainnya?
Ibnu Abi Hatim meriwayatkan bahwa Al Fudhail bin ‘Iyadh mengisahkan: “Pada suatu hari Nabi Dawud ‘alaihissalam berdoa kepada Allah: Ya Allah, bagaimana mungkin aku dapat mensyukuri nikmat-Mu, bila ternyata sikap syukur itu juga merupakan kenikmatan dari-Mu? Allah menjawab doa Nabi Dawud ‘alaihissalam dengan berfirman: “Sekarang engkau benar-benar telah mensyukuri nikmat-Mu, yaitu ketika engkau telah menyadari bahwa segala nikmat adalah milikku.” (Dinukil dari Tafsir Ibnu Katsir)
Imam As Syafii berkata,
“Segala puji hanya milik Allah yang satu saja dari nikmat-Nya tidak dapat disyukuri kecuali dengan menggunakan nikmat baru dari-Nya. Dengan demikian nikmat baru tersebutpun harus disyukuri kembali, dan demikianlah seterusnya.” (Ar Risalah oleh Imam As Syafii 2)
Wajar bila Allah Ta’ala menjuluki manusia dengan sebutan sangat lalim dan banyak mengingkari nikmat, sebagaimana disebutkan pada ayat di atas dan juga pada ayat berikut,
وَهُوَ الَّذِي أَحْيَاكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ إِنَّ الْإِنسَانَ لَكَفُورٌ
“Dan Dialah Allah yang telah menghidupkanmu, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (lagi), sesungguhnya manusia itu, benar-benar sering mengingkari nikmat.” (QS. Al Hajj: 66)
Artinya di sini, rizki Allah amatlah banyak dan tidak selamanya identik dengan uang. Hujan itu pun rizki, anak pun rizki dan kesehatan pun rizki dari Allah.
♥ Surga dan Neraka pun Rizki yang Kita Minta
Sebagian kita menyangka bahwa rizki hanyalah berputar pada harta dan makanan. Setiap meminta dalam do’a mungkin saja kita berpikiran seperti itu. Perlu kita ketahui bahwa rizki yang paling besar yang Allah berikan pada hamba-Nya adalah surga (jannah). Inilah yang Allah janjikan pada hamba-hamba-Nya yang sholeh.
Surga adalah nikmat dan rizki yang tidak pernah disaksikan oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah tergambarkan dalam benak pikiran.
Setiap rizki yang Allah sebutkan bagi hamba-hamba-Nya, maka umumnya yang dimaksudkan adalah surga itu sendiri. Hal ini sebagaimana maksud dari firman Allah Ta’ala,
لِيَجْزِيَ الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَئِكَ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ
“Supaya Allah memberi Balasan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh. mereka itu adalah orang-orang yang baginya ampunan dan rezki yang mulia.” (QS. Saba’: 4)
وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللهِ وَيَعْمَلْ صَالِحًا يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا قَدْ أَحْسَنَ اللهُ لَهُ رِزْقًا
“Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan mengerjakan amal yang saleh niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya Allah memberikan rezki yang baik kepadanya.” (QS. Ath Tholaq: 11)
--------------------------
Teruslah bersyukur atas nikmat dan rizki yang Allah beri, apa pun itu meskipun sedikit. Yang namanya bersyukur adalah dengan meninggalkan maksiat dan selalu taat pada Allah.
Abu Hazim mengatakan,
“Setiap nikmat yang tidak digunakan untuk mendekatkan diri pada Allah, itu hanyalah musibah.” Mukhollad bin Al Husain mengatakan, “Syukur adalah dengan meninggalkan maksiat.” (‘Iddatush Shobirin, hal. 49, Mawqi’ Al Waroq)
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

