Kamis, 13 Desember 2012

Mengetuk Pintu Surga Dengan Lapar















Assalamualaikum wr wb

Sahabatku rahimakumullah

Dalam hadits2 yang sampai kepada kita, Rasulullah Saw adalah pribadi yang sering kali merasakan lapar.

Dalam Shahih Muslim ‘Umar menceritakan: “Aku pernah melihat Rasulullah SAW melewati harinya tanpa ada sesuap makanan pun mengisi perutnya.

Dalam kitab Musnad dan Sunan al-Tirmidzi dari Ibn ‘Abbas menceritakan: “Rasulullah SAW pernah melewati tiga hari dalam keadaan kelaparan, sementara keluarganya tidak menemukan jamuan malam sekalipun pada hari-hari itu. Paling barter, roti mereka adalah roti gandum.”

Imam Ahmad meriwayatkan dari Waki’ dari ‘Abd al-Wahidin Aiman, dari ayahnya, dari Jabir yang menceritakan: “Ketika melakukan penggalian parit untuk perang Khandaq, Rasulullah SAW merasakan kelelahan dan kelaparan sampai-sampai beliau mengikat batu pada perutnya untuk menahan lapar.”

14 Abad lalu, sebelum para ahli Kedokteran modern meneliti secara ilmiah bahwa lapar bisa menyembuhkan berbagai penyakit, Rasulullah SAW telah mengajarkan kepada kita agar sering-sering berlapar-lapar ria

Mengapa Rasul memilih yang demikian (lapar)? Padahal Beliau pernah ditawari kunci semesta harta simpanan dunia, akan tetapi beliau malah menampiknya dengan halus. Beliau bersabda: “Aku hanya ingin lapar sehari dan kenyang sehari. Kalau aku kenyang, maka aku menundukkan diri di hadapan-Mu dan mengingat-Mu. Akan tetapi kalau kenyang akan memuji dan bersyukur pada-Mu.”

Dalam kitab Musnad Al-Harits, Abu Usamah meriwayatkan dari Anas bahwa Fathimah datang menemui Rasulullah SAW dengan membawa sepotong roti. Beliau Saw bertanya: “Apa ini Fathimah?”

Fathimah menjawab: “Cobalah engkau rasakan saja wahai ayahku. Karena hari-hari ini aku tidak merasa tenang sebelum membawa sepotong roti ini kepadamu.”

Rasulullah SAW bersabda; Ketahuilah, ini makanan pertama yang masuk ke mulut ayahmu selama tiga hari.”

Dari manusia suci yang tidak pernah makan kenyang tiga hari berturut-turut itu keluar perintah agar kita terbiasa mengetuk pintu surga. Dengan apa?

Diriwayatkan pada suatu ketika dalam dialog dengan istrinya, Siri Aisyah ra, Rasulullah Saw berkata : “Wahai istriku, sering-seringlah kamu mengetuk pintu surga”
Aisyah tidak segera menjawab. Ia masih bingung.Apa yang dimaksud dengan ucapan suaminya.
“Mengetuk pintu surga ?” tanya Aisyah seakan ingin mempertegas ucapan Rasul.
“Ya, benar. Kamu harus sering mengetuk pintu surga ” jawab Rasulullah.
“Dengan cara apa kami mengetuk pintu surga, sedangkan kami masih didunia ?” tanya Aisyah.
“Sangatlah mudah caranya. Ketuklah pintu surga dengan rasa lapar. Karena dengan begitu, setan tidak akan mengganggumu”
“Setan tidak mengganggu kami ?”
“Benar. Seandainya setan tidak berkeliaran di hati anak Adam niscaya mereka bisa melihat kerajaan langit (temasuk surga) “Jawab Rasul.
Sebelum Aisyah bertanya lagi, Rasulullah SAW menimpahi, “Sesungguhnya Setan masuk ke tubuh anak Adam melalui jalan darah. Maka persempitlah aliran darah itu dengan rasa lapar.”

Dari sisi kesehatan terbukti bahwa menahan lapar apabila dilakukan secara benar (berpuasa), ternyata dapat mengendalikan berbagai jenis penyakit seperti diabetes, darah tinggi, kolesterol tinggi, maag hingga kegemukan. Dengan menahan lapar (berpuasa) maka organ vital ini dapat istirahat selama 14 jam. Saat kita menahan lapar karena Puasa akan dapat mengaktifkan sistem pengendalian kadar gula darah. Apabila kadar gula darah turun, maka cadangan gula dalam bentuk glikogen yang ada di hati mulai kita gunakan.

Lapar yang kita rasakan di siang hari pada saat berpuasa sesungguhnya merupakan anugerah dari Allah sebagai bentuk penyempitan gerak syetan, karena syetan beredar pada diri anak Adam melalui peredaran darah, seandainya saja syetan tidak mengelilingi kalbu anak Adam, maka sesungguhnya anak Adam bisa melihat kerajaan langit, dengan puasa inilah dapat menghancurkan syahwat.

Puasa Ramadhan hakekatnya bukan sekedar menahan lapar, tapi lebih dari itu yaitu meninggalkan seluruh sifat tercela keakuan, keegoisan diri yang bermuara pada nafsu pribadi, sehingga ia bisa benar-benar merasakan ”rasa laparnya kaum dhuafa”, serta dibalik semua itu ia juga bisa benar – benar mengekang dari segala keinginan nafsu pandangan, lisan, pendengaran, maupun perilakunya serta lintasan fikir dan bisikan hati dari segala sifat sombong, hasud, dan dengki.

Namun demikian, kita harus berhati – hati jangan sampai termasuk dalam kelompok yang oleh Rasulullah Saw disebut puasa yang sia-sia, yang hanya akan memperoleh lapar dan dahaga.

Rasulullah Saw bersabda, “Betapa banyak orang berpuasa yang tidak mendapatkan sesuatu, kecuali lapar dan dahaga saja!” (HR. an Nasa’i, Ibnu Majah).

Marilah kita semaksimal mungkin mengikuti perintah Rasulullah Saw, untuk sering-sering mengetuk pintu Surga, dengan lapar (puasa).

Semoga Allah Swt kelak membukakan pintu Surga-Nya yang bernama Ar Rayyan, yang khusus Allah sediakan untuk orang yang berpuasa, bagi kita semua dan juga anak2 keturunan kita yang saat ini mengetuk-ngetuk pintu Surga dengan lapar karena menjalankan ibadah puasa. Aamiin YRA

Wallahu a’lam bissawab

Allahumma shali ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad

Baraka Allah fikum. Aamiin

COWOK BUTA & CEWEK BERHATI MULIA (Sebuah Kisah)












Cowok: yang, aku pengen banget ketemuan sama kamu, tapi aku malu sama kamu..
Cewe: malu kenapa..?
Cowo: aku malu karena aku tidak sempurna..
Cewe: aku mencintaimu apa adanya, aku sudah sayang banget sama kamu dan aku terima kamu apa pun adanya dirimu..
Cewo: tapi aku buta yang..

Hingga suatu saat si cowo mendapatkan donor mata, dan setelah melewati

 berbagai pengobatan akhirnya si cowo itu bisa melihat normal.

Lalu si cowo berkata pada cewenya.

Cowo: sayang, aku sudah sembuh dan aku sudah bisa melihat..
yuk sayang, kita ketemuan..
cewe: tapi aku malu ketemu sama kamu

Dan setelah lama membujuk, akhirnya si cewe mau ketemuan juga.
Saat si cowo dan si cewe bertemu, si cowo terkejut melihat si cewe yang ternyata buta. Lalu cowo berkata dengan kecewa.

Cowo: ternyata kamu juga buta sama kaya aku dulu.. Pantes kamu suka sama aku.. :(

Setelah berkata seperti itu, si cowo memutuskan si cewe dan pergi dari hadapannya.

Hinnga pada suatu hari si cowo itu mendapatkan kabar bahwa si cewe tewas tertabrak mobil.
Si cowo berniat untuk melihat yang terakhir kalinya, tapi saat si cowo hendak pulang, ibu si cewe menghampiri dan memberikan sebuah tulisan dari si cewe, isinya :

"Sayang terima kasih atas kasih sayang kamu ke aku, jujur aku senang banget sudah bisa mendonorkan kedua mataku buat kamu..
Semoga mata pemberian dari ku bisa menjadi berguna bagi hidupmu.. I LOVE YOU FOREVER.."

Setelah membaca surat itu, si cowo menangis dan menyesal.
Tapi semuanya telah terjadi, si cewe pun sudah tidak bisa kembali ke dunia lagi..

Jangan sia-sia kan pasanganmu yg sudah mencintaimu apa adanya...

TETAP TERSENYUM DALAM KEKECEWAAN








Kenapa kita harus bersedih hati berkepanjangan?
Ketika sesuatu yang sudah ada di tangan terlepas dari genggaman kita?
Bukankah ALLAH sedang menguji kadar keikhlasan kita?

Kenapa kita harus larut dalam kekecewaan yang teramat dalam?
Ketika sebuah keinginan tak kunjung menjadi kenyataan?

Bukankah ALLAH sedang menguji sebatas mana kesabaran kita?

Kenapa kita harus terus menerus menangis dan meratap?
Ketika sebuah kebahagiaan yang kita miliki hancur begitu saja karena pengkhianatan?
Bukankah ALLAH sedang ingin menguji seberapa besar kadar ketawakkalan kita kepada_NYA ?

Dan ketika ujian serta cobaan datang silih berganti.
Kenapa kita harus berputus asa?
Bukankah ALLAH tidak akan menguji hamba-hambanya_NYA dengan suatu ujian di luar batas kemampuannya?

( La Yukallifullahu Nafsan Illa Wus'aha )

"ALLAH tidak akan membebani seseorang (hamba_NYA) melainkan sesuai dengan kemampuannya." [Al-Baqarah : 286]

Ketika kita bisa menerima apapun yang menjadi ketetapan_NYA dengan hati penuh kelapangan dan keikhlasan,
Maka yakinlah hidup kita akan jauh lebih indah.
Hatipun akan semakin dekat dengan ketenteraman.
Insya Allah.

"SUKA..., SAYANG..., CINTA..."













* Saat kau MENYUKAI seseorang,
kau ingin memilikinya untuk keegoisanmu sendiri.
* Saat kau MENYAYANGI seseorang,
kau ingin sekali membuatnya bahagia dan bukan untuk dirimu sendiri.
* Saat kau MENCINTAI seseorang,
kau akan melakukan apapun untuk kebahagiaannya walaupun kau harus mengorbankan jiwamu.

* SUKA adalah saat ia menangis,
kau akan berkata “Sudahlah, jgn menangis.”
* SAYANG adalah saat ia menangis,
dan kau akan menangis bersamanya.
* CINTA adalah saat ia menangis,
dan kau akan membiarkannya menangis dipundakmu sambil berkata,
“Mari kita selesaikan masalah inibersama-sama.”

* SUKA adalah saat kau melihatnya,
kau akan berkata, ”Ia sangat cantik dan menawan.”
* SAYANG adalah saat kau melihatnya,
kau akan melihatnya darihatimu dan bukan matamu.
* CINTA adalah saat kau melihatnya,
kau akan berkata, ”Buatku dia adalah anugerah terindah yang pernah Tuhan berikan padaku..”

* Pada saat orang yang kau SUKA menyakitimu,
maka kau akan marah dan tak mau lagi bicara padanya.
* Pada saat orang yang kau SAYANG menyakitimu,
engkau akan menangis untuknya.
* Pada saat orang yang kau CINTA menyakitimu,
kau akan berkata, ”Tak apa dia hanya tak tau apa yang dia lakukan.”

* Pada saat kau SUKA padanya,
kau akan MEMAKSANYA untuk menyukaimu.
* Pada saat kau SAYANG padanya,
kau akan MEMBIARKANNYA MEMILIH.
* Pada saat kau CINTA padanya,
kau akan selalu MENANTINYA dengan setia dan tulus…

* SUKA adalah kau akan menemaninya bila itu menguntungkan.
* SAYANG adalah kau akan menemaninya di saat dia membutuhkan.
* CINTA adalah kau akan menemaninya di saat bagaimana keadaanmu.

* SUKA adalah hal yang menuntut.
* SAYANG adalah hal memberi dan menerima.
* CINTA adalah hal yang memberi dengan rela.


Tapi ingatlah:

Hanya cinta yang bersemi karena iman dan akhlaq yang mulialah yang suci dan sejati.

Cintailah kekasihmu karena iman, amal sholeh serta akhlaqnya, agar cintamu abadi.

“Cinta karena Allah tidak akan bertambah hanya karena orang yang engkau cintai berbuat baik kepadamu, dan tidak akan berkurang karena ia berlaku kasar kepadamu.” 

WANITA DAN PRIA


















Bismillahirrahmanirrahim

Wanita adalah:
1. Orang yang akan mendampingimu seumur hidup.
2. Orang yang akan melahirkan anak mu, walau dengan penuh rasa sakit.
3. Orang yang merawatmu sampai tua.
4. Orang yang akan merawatmu pada saat kau sakit.
5. Orang yang akan selalu mendukung walau kau gagal berpuluh" bahkan beratus" kali.
6. Orang yang memberikan hidupnya untukmu.
Bahkan ia membuang egonya demi bersamamu.
Bahkan saat kau menyakitinya, ia tetap berada ϑî sampingmu..

Sedangkan Pria adalah..
1. Orang yang akan menjagamu seumur hidupmu.
2. Orang yang berkorban untukmu.
3. Orang yang menafkahimu.
4. Orang yang merawatmu pada saat kau sakit.
5. Orang yang memelukmu pada saat kau sedih.
6. Orang yang ingin membuatmu bahagia.

Mereka sama berharganya, hanya saja mereka mempunyai perbedaan"
yang kadang membuat mereka menyakiti 1 sama lain,
dan itu hanya dapat diatasi dengan pengertian dari kedua belah pihak.
Hidup itu singkat... Terlalu singkat untuk berbagai pertengkaran...
Mengapa tidak kau bahagiakan saja pasanganmu,
dan mengisi hari" kalian dengan penuh cinta,
dan membuat pasanganmu tersenyum lebih lebar tiap harinya?
Bukankah itu lebih baik dan bahagia dibanding saling menyakiti? :)
Walaupun banyak hal, dimana kenyataannya tak mudah untuk dilalui,
bahkan terkadang enggan untuk melaluinya.
Dan jangan mempertahankan ego yang akhirnya merusak dirimu dan orang lain.

Melihat ke atas : memperoleh semangat untuk maju.
Melihat ke bawah : bersyukur atas semua yg ada.
Melihat ke samping : smangat kebersamaan.
Melihat ke belakang : sebagai pengalaman berharga.
Melihat ke dalam : untuk instropeksi &
Melihat ke depan : untuk menjadi lebih baik ...

Dari air kita belajar ketenangan.....
Dari batu kita belajar ketegaran.....
Dari tanah kita belajar kehidupan.....
Dari kupu-kupu kita belajar merubah diri.....
Dari padi kita belajar rendah hati.....
Dari TUHAN kita belajar tentang kasih yang sempurna......
Karena tidak ada orang yang sempurna..