Sabtu, 09 Maret 2013
KETIKA COBAAN SEMAKIN BERAT
Mungkin di antara kita ada yang sangat takut ketika mendengar kata cobaan.Padahal coban adalah sesuatu yang lumrah tejadi dalam kehidupan ini,tidak kenal seberapa lemah atau kuat seseorang,cobaan pasti selalu ada menanti detik hidup ini.
Mungkin saat kamu membaca tulisan ini,kamu sedang dilanda galau hati yang tak kunjung reda atau mungkin kamu sedang menghadapi masalah yang serius dan berusaha untuk mencari solusi yang tepat,untuk mengatasi masalah-masalah hidup yang belum kunjung kamu selesaikan.
Ketika kamu merasa ujian hidup yang kamu jalani ini begitu berat,jangan putus asa dan harap.Sungguh,Allah SWT tidak akan mencoba seorang hamba tanpa ada tujuannya.
Allah SWT tidak mungkin menguji seorang hamba diluar batas kemampuannya.
Tetaplah optimis dan percaya kepada Allah SWT bahwa ujian yang terasa berat itu,jika kamu sabar kamu akan mendapatkan kebaikan yang menjumpaimu di akhirat kelak nantinya.Allah SWT juga tidak menciptakan dunia dan segala isinya dengan sia-sia.
Karena semua pasti ada hikmahnya,begitu pula masalah yang kamu hadapi saat ini,pasti ada solusi jika kamu sabar,selalu interopeksi diri dan percaya kepada Illahi.
Mungkin masalah yang mencengkerammu saat ini merupakan cara Allah SWT untuk mendidikmu menjadi pribadi yang tegar,tangguh dan lebih kuat,atau boleh jadi hal ini sebagai pelajaran yang harus kamu ambil hikmahnya.
Karena kelalaian kamu dalam melakukan ketaatan kepada Tuhan Pencipta Alam Semesta.
Sekali lagi mari kita interopeksi diri,memohon ampun dan bersyukur kepada Allah Tuhan yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Semoga kesusahan yang kita alami membuat kita semua tegar dan tangguh.
Dan jangan pernah lupa,ketika teman atau kerabat atau bahkan kamu sendiri sedang berada pada titik terendah,ucapkanlah Alhamdulillah....! kamu dapat tiket VIP bersama Allah.
Saat akan melabuhkan hati
♥ Bismillahirrahmanirrahim ♥
Wahai ukhti
Berhati hatilah saat akan jatuh hati kepada lelaki.
Berhati hatilah saat akan mendambakan hati kepada lelaki.
Dan berhati hatilah saat akan melabuhkan hati kepada lelaki.
Jangan pernah mengagumi seorang lelaki yg begitu pandainya menaklukan hati banyak wanita.
Jangan pernah mendambakan seorang lelaki yg begitu banyak diperebutkan wanita hanya karena ketampanannya.
Akan tetapi,kagumilah
Seorang lelaki yg selalu pandai menjaga hati dan perasaan kaum wanita.
Dambakanlah seorang lelaki yg selalu pandai menghormati dan memuliakan kaum wanita.
Karena lelaki yg demikian adalah sosok yg paling pantas untuk menjadi pendamping hidup.
Yg akan mampu menjadikan dirinya sebagai Imam yg baik bagi istri dan anak anaknya.
Aamiin ya Rabbal'alamin
Minggu, 03 Maret 2013
Perihal Sholat
KEUTAMAAN SHALAT DAN PERINGATAN AGAR TIDAK MENINGGALKANNYA
1.Allah berfirman :
] وَالَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ (9) أُوْلَئِكَ هُمُ الْوَارِثُونَ(10) الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ[ سورة المؤمنون
“Dan orang-orang yang memelihara shalatnya, mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi surga firdaus, mereka kekal di dalamnya.” (Al-Mu’minun : 9-11)
2.Allah berfirman :
] وأقم الصلاة إن الصلاة تنهى عن الفحشاء والمنكر [
“Dan kerjakanlah shalat, sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.” (Al-Ankabut : 45).
3.Alllah berfirman :
] فويل للمصلين. الذين هم عن صلاتهم ساهون [
“Celakalah orang-orang yang shalat, yaitu orang yang lalai dalam shalatnya (menunda-nunda sehingga keluar dari waktunya).” (Al-Ma’un : 4-5)
4.Allah berfirman :
] قد أفلح المؤمنون الذين هم في صلاتهم خاشعون [
“Sungguh bahagialah orang-orang mu’min yang khusyu’ dalam shalatnya.” (Al-Mu’minun : 1-2)
5.Allah berfirman :
]فَخَلَفَ مِن بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا[ (59) سورة مريم
“Lalu datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.” (Maryam ; 59)
6.Rasululloh Shallallahu'alaihi wasallam bersabda :
“Tahukah kamu, apabila di dekat pintu rumahmu terdapat sebuah sungai dan kamu mandi lima kali sehari? Apakah badanmu masih kotor? Para sahabat menjawab : Tidak! Nabi bersabda lagi : begitulah halnya shalat yang lima kali sehari, Allah menghapuskan dosa-dosa manusia dengan shalat itu.” (Hadits Muttafaq Alaih).
7.Nabi Shallallahu'alaihi wasallam bersabda :
“Perjanjian antara kita dengan mereka adalah shalat. Barangsiapa meninggalkannya maka ia telah kafir.” (Hadits shahih riwayat Ahmad).
8.Nabi Shallallahu'alaihi wasallam bersabda :
“Tonggak pemisah antara seseorang muslim dengan kafir adalah shalat.” (Riwayat Muslim).
Biarkan Anakku Tertawa, Sebelum Tahu Ibunya Sudah Tiada
Suatu petang ketika orang2 sedang sibuk berebut waktu untuk segera pulang kerumah masing2 setelah melakukan rutinitas pekerjaannya, di sebuah halte busway terlihat seorang bapak dengan 3 anaknya yang masih kecil2. Mereka sedang menunggu datangnya busway yang sebentar lagi akan membawa mereka pulang.
Ketiga anak itu berusia sekitar 8, 5 dan 3 tahun. Anak terkecil bagaikan seorang putri,ia begitu cantik dalam dekapan sang bapak. Sedangkan kedua anak lainya yang putra sedang asyik bermain2 kesana kemari. Itulah ciri anak seantero dunia.
Tibalah saatnya busway ditunggu datang.para penumpang pun seperti robot yang diperintahkan sama bergegas menuju pintu masuk busway, termasuk sang bapak dan ke3 anaknya. Kemudian keluarga itu dapat duduk di kursi busway yang disusun seperti kereta api listril(KRL). Lalu ke2 anak laki2nya beranjak dari kursinya dan bermain petak umpet di sela2 tubuh orang dewasa yang sebagian besar mengisi ruang busway itu.mereka sambil berteriak girang.
Terlihat beberapa penumpang yang wajahnya menjadi begitu muram. Mereka merasa tidak nyaman dengan kegaduhan itu. Hingga akhirnya ada seorang penumpang pria yang ketus menyatakan protesnya ke sang bapak, "Pak,tolong anaknya di atur ya, disini kan penumpang juga ingin tenang, sudah capek kerja,eh pulang kok masih aja ada yang ganggu!!".
Lalu sang bapak sambil menggendong putrinya pun menjawabnya dengan senyum, "Maaf ya mas, ibu mereka baru saja meninggal sore ini di rumah sakit,dan saya belum mengatakan hal ini ke mereka. Nanti begitu sampai rumah saya akan mengatakannya, biarlah mereka merasakan kegembiraan yang menjadi hak mereka, karna saya merasa mereka akan banyak kehilangan kegembiraan setelah tahu bahwa ibu yang biasa mengasuh mereka dan menyayangi mereka setiap saat sudah tidak bersama mereka lagi selamanya, mas tidak keberatan kan, kalau mereka bermain sebentar saja di bus ini?".
Mendengar apa yg dibicarakan sang bapak,sebagian penumpang yang mendengarnya lalu terdiam dan merenung, termasuk sang pria yang baru saja memperotes sang bapak dengan ketus, tiba2 mereka teringat akan kasih sayang dan kesalahan2 yang pernah mereka perbuat kepada ibunya.
Diam2 diantara mereka (Anak) ada yang menggambil handphone di saku celananya, lalu jari jempolnya membuat bari kalimat, "Ibu apa kabar? besok pagi saya mau pulang menjenguk ibu. Maafkan segala salah saya,ibu"
Kemudian dia mengirimkan sms itu ke nomor ibunya, dan berharap ia masih diberi kesempatan untuk berjumpa dengan ibunya besok...
=======
Sayangilah orang tua (terlebih seorang ibu) sebelum kalian menyesali kepergiannya. Tangisan kalian akan sia-sia jikalau semasa hidupnya, tidak pernah kalian sayang kepada orang tua.
Minggu, 24 Februari 2013
Untuk Mu Bunda
Tak pernah kering mata air kasih sayangmu mengalir lembut dari dasar kalbu walaupun ku sering buatmu marah
Tak pernah lelah engkau terus berjuang mengasuh, mendidik dan melindungiku walau air mata dan darah jadi pengiringnya
Terima kasih ibu hanya bakti sederhana yang mampu kuberikan kepadamu
Maafkanlah ku ibu atas sgala kesalahan yang telah kuperbuat kepadamu
Wahai Ibu, melalui dirimulah Allah telah memunculkan kami di alam semesta ini
Meskipun engkau harus merasakan pedihnya penderitaan dan kesengsaraan
Sembilan bulan engkau telah mengandung kamidan selama itu pula engkau dalam penderitaan
Engkau baru bisa lepas dari penderitaan itu setelah melakukan persalinan
Berapa banyak engkau telah melahirkan para dermawan yang telapak tangannya selalu memberi
Dan berapa banyak engkau telah melahirkan generasi-generasi baru yang akan menerjuni berbagai arena kehidupan
Wahai Ibu, sungguh sering engkau begadang karena tidak bisa tidur
Sementara air susu dari kedua putingmu selalu memberikan nutrisi kepada kami
Sepanjang malam air matamu selalu menetes ketika duri menusuk salah satu tangan kami
Tangan kananmu sering menjadi bantal kami sedangkan tangan kirimu mendekatkan kedua payudaramu ke mulut kami
Ketika kami mendapatkan kebaikan engkau pun akan merasa gembira Kegembiraanmu jelas terlihat pada bibirmu yang terseyum, yang dapat menghidupkan semangat kami
Namun, jika ada hal buruk menimpa kami, engkau pun akan menutup terangnya waktu pagi dengan kegelapan (bersedih)
Sesungguhnya engkau adalah orang termulia yang selalu membantu kami
Karena itulah, agama Islam pun telah memberikan dorongan kepada kami untuk meraih keridhaanmu
Wahai Ibu, hal itu kami lakukan agar Tuhanmu meridhai kami Pada dirimu terdapat petunjuk, anugerah, dan semua kebaikan
Jika kami durhaka padamu maka nerakalah yang akan menjadi tempat kembali kami
Duhai Bunda tercintaku.
Dalam sepanjang perjalanan hidupmu selaksa harapan seribu doa mengayuh mimpi indah bersama tuk mengarungi separuh pengorbanan
Pengorbananmu begitu berarti menyongsong hari demi hari yang dilalui bersama kami dalam kebahagiaan yang terpatri
Kebahagiaanmu adalah harapanku kehangatan cintamu adalah selimutku bagai penopang dalam kehidupanku melindungi dalam kejaran waktu
Akuu tau cintamu sedalam lautan pengorbananmu pun tak pernah pudar dalam limpahan rahmat dan ridho-Nya
Duhai Bunda tercintaku ..
Maafkan segala kesalahanku jerih payahmu tak tertandingi membuat ku selalu ingin seperti Bunda
Duhai Bunda tercintaku..
Doaku selalu menyertaimu terima kasih atas segala panduanmu
Hidupku begitu berarti karenamu
Kasih sayangku untukmu selalu walau tak terlukiskan, namun selalu tercipta untukmu
Teruntuk kasih hatiku yang slalu kurindu kuingin menghiasi mimpi bersamamu melepaskan segala keresahan dalam jiwa dalam bimbingan dan belaian bunda tercinta
Kala menatap wajahmu nan lembut kuingin kau tau selalu dihati ingin kurengkuh semua harapan
Disetiap desah nafas panjangmu dalam tidur menggapai mimpi kulihat kau tersenyum penuh kedamaian menyisakan gelora dihati tuk selalu membuatmu bahagia
Duhai bunda tercintaku
Yang selalu menemani dalam malamku setiap alunan doa yang kau panjatkan kutau kau tujukan untuk kesetiap derai tangismu
Aku tau kau mengkhawatirkanku dalam dekapan kuingin berbagi dalam tatapan kuingin menghargai dalam setiap doa kuingin berharap
Dalam kebahagiaan kuingin kau menyertaiku kalimat yang senantiasa tercipta merajuk merayu mengharapkan kehangatan dalam permintaan seorang anak kecil tubuh mungil nan menawan
Sepasang mata yang berkilauan menggelayut mesra dalam pangkuan seolah menyapa dalam senyuman. Seperti itukah masa kecilku, Bunda?
Dalam dekapanmu sepanjang malam dalam kehangatan pelukanmu setiap saat menantikan dongengmu di dalam tidur, saat inipun.. masih kurasakan hangatmu
Masih terpancar pengorbanan yang tiada henti, sanggupkah aku seperti Bunda? Melayani peri kecil kehidupanku kelak dosa telah diujung jalan yang hitam tinggal mencekam.
lampu-lampu malam menyorot sekujur tubuh, ada bintik_bintik hitam lengket melengket, bercampur dengan darah yang terpantul gelisah dikulitku yang pucat.
Duhai Bunda Tercinta
sampai aku ada dalam pelukanmu air mata tercurah melanda benteng kerinduan.
kini aku terdampar sendiri.
dimalam dingin yang mengigilkan tubuh kurusku.
kutak mampu mengangkat wajah.
hanya dalam hati kuteriakkan namamu kuat_kuat.
juga kubisikkan salam dan do’a yang terindah…
Duhai Bunda tercinta
Aku disini….
dipinggir benua sepi,
seribu tanda tak bisa menjawab,
beribu titik api memancar dalam gelap tapi duka tak pernah jua mencair.
Duhai Bunda Tercinta
kumohon setetes do’aMu tersulur untuk diriku..
dan serahkan segala kasihMu buat daku, buat santapan dalam sunyi dan sepiku…
Ajari aku mutiara cinta dan kecintaan, bunda..
Duhai Bunda Trcinta…
Aku kangen. Kangen segala nasehatmu, petuahmu dan cinta kasihmu . Yang tak jemu memanjakan aku dengan derai pancaran kasih darimu. Membelai setiap hati ini gundah. Membasuh setiap angan ini gelisah.
Duhai Bunda Tercinta…
Aku ingin dengar suara bunda. Dan lebih lama menikmati untaian mutiara yang bunda tuangkan. Kerinduanku pada bunda laksana kurindukan bundaku yang telah melahirkanku. Saat ini, detik ini… aku punya kalian. Punya mutiara indah yang tak pernah jemu menyemai kerinduan dalam do'a.
Ingatkan aku selalu kepada sepenggal pengabdian terhadap sang khalik. Pada hakekat hidup yang hanya sementara ini. Ingatkanku akan arti semangat dalam sebuah perjuangan dengan mencintai kewajiban. Ajarkan aku tentang cinta dan segala kecintaan. Kecintaan terhadap Dia yang maha segalanya. Kecintaan kepada segala dzat ciptaanya.
“Ingat, Nak! Seimbangkan hidupmu. Seimbangkan langkahmu hab’lu minallah dan hab’lu minannas…”
Keagungan Allah…
“Betapapun perkasa badanku, betapapun cemerlangnya kemampuanku, betapapun panjangnya perjalanan hidup yang telah kulalui. Aku menyadari bahwa sebenarnya diriku kecil. Penuh keterbatasan yang tidak semua mampu kutembus. Apalah arti kesusahan yang pernah kuderita, dibanding dengan kebahagiaan yang sebenarnya pernah kualami”
“Aku semakin sadar. Bahwa tanpa mengenal susah, aku tidak akan bisa merasakan betapa senangnya memperoleh kebahagiaan. Semua ini karena Allah swt. Hanya dengan menyadari kecilnya diriku, aku bisa menjadi lebih besar. Hanya dengan menyadari kebodohan, aku menjadi lebih pandai. Hanya dengan mensyukuri nikmat-Nya aku merasa dapat lebih nikmat.
“Salam sayang dan cintaku untukmu. Telphon bunda, Nak. Kenapa harus takut? tak cukup sms untuk bunda obati kangen ini padamu. Kewajiban seorang ibu untuk mengaisihi putrinya, mensupport niat baiknya. Jangan bertanya kenapa bunda terlalu mencintaimu. Bukankah kau anak ibu? Dan akan terus menjadikan ibu ini bundamu?”
Dalam setiap irama tubuhmu kau selalu menyapa
Dalam kepenatan yang tak pernah terbisikkan kau selalu mendekap
Dalam kerinduan yang sangat kau tak pernah ingin lepas dariku
Usiaku kini telah berubah
Aku bukan lagi anak kecil
Kaulah yang telah membentuk jiwa mentah ini
Kaulah yang telah mengelola emosi labil ini
menjadi lokomotif kemajuan
Kaulah yang selalu memberiku keberuntungan
dengan nasihatmu kala malam telah larut
dan gerbang mimpi siap menghampiriku
Kala yang lain terlelap
Kutahu kau tak pernah terlena
Pikiran, hati, jiwa, dan emosiku selalu bekerja demi masa depanku
Kau selalu berpacu dengan waktu
Karena kau yakin, tanpa itu bisa jadi
aku terlindas oleh jaman yang semakin keras
Kaulah pengantar luasnya pengetahuanku
Kala wadah kosa kataku hanya bagai tetesan air
Kaulah yang memenuhinya hingga menjadi sebuah lautan
Kaulah bintang berkilauku
Yang tak akan pernah terlupakan
oleh rangkaian huruf cahaya sejarah peradaban manusia
Andai aku bisa, bunda
Kan kubalas segenap cinta dan kasihmu
Andai aku mampu, bunda
Kan kupersembahkan seterang kilauanmu,
sehangat dekapanmu, setulus kasihmu,
dan sebijak nasihatmu
Kutahu, bunda
Tanganmu tak pernah lepas berharap untukku
dalam setiap do'a yang kau panjatkan
Kutahu bunda
Senyummu selalu menyapa dalam setiap kata cinta
yang keluar dari lisanmu
Kutahu bunda
Mata hatimu selalu terjaga dalam setiap derapku
Ya Allah
Kutengadahkan tanganku berharap
kau membahagiakannya sepertiku kini
Ya Rabbi
Kumemohon berilah bunda mimpi yang selalu indah
Ya Rabbul Izzati
Kuberharap padaMu anugerahkan bunda kecupan hangat
Seperti yang selalu ia berikan padaku saat aku terbangun di pagi hari
Ya Illahi
Sejahterakanlah bunda
Bunda, pelangi dan matahariku
Hari ini kuhaturkan dengan tulus padamu
Ya Allah ampunilah dosa kedua orang tuaku dan kasihanilah dengan rahmat dan karunia-Mu seperti mereka mengasihiku
Ya Ilahi Rabbi berilah kami kesempatan Untuk dapat kembali berjumpa di Surga kelak.......... Aaminn.
Langganan:
Postingan (Atom)


.jpg)

