Sabtu, 03 November 2012

Tuntutlah Ilmu dari Buaian Hingga ke Liang Lahat












Umar bin Abdul Aziz berkata :"Barangsiapa yang menghendaki kehidupan duniawi maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan ukhrowi maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barangsiapa yang menghendaki keduanya maka wajib baginya memiliki ilmu."

Saudaraku, sejatinya tiada kata berhenti dalam belajar,mulai dari belajar mempertahankan hidup hingga mengembangkan kemampuan yang kita miliki. Oleh karena itu tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga ke liang lahat demikian pesan indah dari Rasulullah. 

Imam Syafi'i ahli fiqih menjadi salah satu tokoh dalam masalah mencari ilmu. Beliau lahir bukan dari keluarga yang kaya, untuk bisa belajar beliau harus mengais tempat pembuangan sampah di kantor Daulah Islamiyah untuk mencari kertas bekas yang masih dapat dipakai untuk mencatat pelajaran dari gurunya.Ketekunannya tidaklah sia-sia, beliau akhirnya menjadi salah seorang ulama terkemuka. Dalam sebuah kisah dituturkan karena terlalu banyaknya catatan pelajaran yang bertumpuk di kamarnya, membuat beliau sulit untuk berbaring tidur. Yang dilakukan beliau adalah menghafal seluruh isi catatan lalu membakarnya. Barulah kamarnya dapat dipakai untuk tidur. Subhanallah.. 

Dalam perkara menuntut ilmu Imam Ali karamallahu wajhah berkata : " Ilmu lebih baik dari harta. Harta membuat kita sibuk menjaganya, sementara ilmu menjaga kita." Ali Radhiyallahu Anhu juga berkata :" Harta habis bila dinafkahkan, sementara ilmu berkembang jika dipergunakan."

Saudaraku, tak dapat dipungkiri di antara kita sering enggan untuk belajar. Mengapa hal ini terjadi? Karena kita lebih suka melihat hasil akhir daripada proses yang membutuhkan ketekunan dan waktu yang lama. Begitu mudahnya kita berdecak kagum dengan prestasi belajar saudara kita tanpa mengambil hikmah dari perjuangannya di balik kesuksesannya itu. Kita tidak melihat bahwa mereka yang sukses harus jatuh bangun untuk meraih keberhasilan. Orang yang sukses banyak belajar dari kegagalan, lantas berlatih tiada henti, menghilangkan kemalasan disertai do'a dan tawakkal sebagai bentuk penghambaan diri kepada Allah Sang Penggenggam Kehidupan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar